Subscribe:Posts Comments

You Are Here: Home » Berita, Siaga » Siaga Merah Putih :Pelayan Bagi ‘Warga’ Gunung Bawakaraeng

Seperti sudah menjadi tradisi bagi sebagian penikmat alam kota Daeng, saat hari kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus tiba, mereka akan berbondong-bondong untuk mengibarkan bendera merah putih di puncak gunung. Khusus untuk Kota Makassar dan sekitarnya, Pegunungan Bawakaraeng merupakan salah satu tempat favorit, untuk merayakan usia tanah air yang ke-70 tahun. Dalam perayaan 17 Agustus 2015 kemarindi pegunungan Bawakaraeng, baik di Lembah Rammadanpuncak, berdasarkan data di Posko Induk SAR Gabungan di padatisekitar 7.259 orang pendakidari 1.117 organisasi atau kelompok. Dengan jumlah pendaki ini, di kawasan pegunungan Bawakaraeng bisa saja dibentuk tujuh desa, atau dengan kata lain bisa didirikan satu kecamatan. Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan saat pengibaran Sang Saka Merah Putih dikibarkan, beberapa potensi Search and Rescue (SAR) mengadakan siaga. Hal ini bertujuan meminimalisir jatuhnya korban bagi pendaki. SAR UNM, BASARNAS dan potensi yang bergerak dibidang kemanusiaan bersama-sama melakukan pengawalan terhadap jalannya perayaan di pegunungan yang memiliki puncak tertinggi 2830 meter di permukaan laut. SAR UNM menurunkan 12 orang personil yang dikomandoi oleh Mansur, dengan anggotanya yaitu, Risky Adiputra, Syarifah, Fadly, Ahmad Yani, Ansari Irawan, Kaimuddin, Irfan, TutiSulifiani, Herni Mustaring, Riska T., dan Jalil. Mereka kemudian melebur dengan potensi SAR lainnya, untuk ditempatkan di tititk-titik yang dianggap rawan terjadi trouble atau masalah saat melakukan pendakian, diantaranya di posko indukdi Kampung Lembanna dan beberapa pos yang ada di jalur pendakian. Berbagai upaya dan kegiatan yang dilakukan tim siaga yang berjumlah 200 orang lebih, mulai dari melakukan pendataan bagi pendaki, bahkan sampai mengurus akomodasi mereka untuk kembali ke Makassar. Sementara di setiap Pos Siaga, masalah yang muncul antara lain masalah kesehatan, pendaki yang tersesat dan terpisah dari kelompoknya, serta memenuhi persedian ransum pendaki yang kehabisan. Pelaksanaan misi kemanusiaan, Siaga Merah Putih kemarin juga merupakan salah satu program kerja dari pusat operasi. “Siaga 17 ini merupakan program kerja dari pusat operasi sendiri, dan siaga kali ini sangat luar biasa terlebih lagi jumlah pendaki jauh lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Mansur, Komandan SRU SAR UNM. Ketua Umum SAR UNM, Muh Zulfitrah menambahakan selama 2 tahun terakhir ini pendaki yang melakukan 17-an di puncak semakin tahun semakin meningkat, jadi perlu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Harapan saya kedepanya mudah-mudahan aktifitas untuk melakukan 17-an di puncak itu berkurang atau tidak ada lagi, karena mengingat banyaknya pendaki yang sering menyalalahi aturan,” pungkasnya. md

Leave a Reply

© 2015 SAR UNM · Subscribe:PostsComments · Designed by Celebeshost · Powered by Celebeshost