Operasi

Kabar Duka di Tengah Suasana Duka Perjuangan Empat Rescuer SAR UNM di Operasi Aviastar

Written by SAR UNM

Infokom SAR UNM– Pelaksanaan operasi Pesawat Aviastar PK-BRM yang jatuh di Buntu Bajaja, Jum’at 2 Oktober beberapa waktu lalu meningalkan kesan tersendiri bagi anggota SAR UNM yang ikut dalam misi tersebut. Dimana empat orang rescuer Aswandy (Dansru), Yoseph L Maran, Ansari Irawan dan Herni Mustaring ikut bergabung dengan potensi SAR lainnya.
Mulai dari kisah pilu yang dialami oleh Ansari Irawan, salah satu anggota SRU yang harus kembali ke Makassar gegara kabar duka yang ia terima beberapa jam setelah tiba di Luwu Utara. Adik kandungnya yang meninggal dunia di kampung halamannya di Kabupaten Dompu NTB, membuat rescuer 206 kembali lebih awal dari tugasnya.
“Awalnya kabar tersebut tak langsung kami sampaikan ke dia. Saya hanya sampaikan kalau dia harus kembali ke Makassar, karena ada keperluan yang lebih penting dan mendesak. Dengan menggunakan dana operasi dari badan pengurus, kami kemudian berikan ke dia sebagai transportasi ke Makassar,” kata Aswandy, Komandan SRU SAR UNM.
Suasana haru pun menyelimuti Posko Harimau, sesaat Tambora (sapaan Ansari) sampai di Posko Sabtu malam 3 Oktober, terlebih lagi saat kabar duka tersebut disampaikan oleh Muh Zulfitrah kepadanya. Kejadian seperti ini, tak hanya terjadi pada mahasiswa Otomotif ini, beberapa rescuer lainnya juga pernah mengalaminya.
Dengan kekuatan tiga orang yang tersisa, SAR UNM tetap berjuang untuk melakukan pencarian pesawat berpenumpang sepuluh orang tersebut. Yoseph yang ikut melakukan pencarian di Buntu Bajaja, bahkan harus menahan dahaga selama 20 jam. “Kami kehabisan air, sepanjang perjalanan tak ada sumber air. Air yang kami temukan, setelah kami kembali dari puncak,” ucap Yoseph.
Meski tak sampai ke lokasi jatuhnya pesawat, setidaknya rombongan Yoseph bersama 46 orang sempat merasakan dinginnya pegunungan yang memiliki tinggi 2700 Mdpl. Jalur yang iya tempuh, merupakan jalur pertama yang dirintis warga, sementara jalur terdekat tak ia temukan karena ditutup.
Dua anggota lainnya, Aswandy dan Herni meski tak sempat merasakan beratnya medan pencarian, mereka harus rela meninggalkan bangku kuliah selama empat hari. Tapi inilah sedikit pengorbanan mereka, empat rescuer yang tetap mencoba mengharumkan nama SAR UNM, khususnya kampus orange ini.
Setelah lima hari lebih melakukan pencarian bersama Basarnas dan seluruh potensi SAR, akhirnya Senin 5 Oktober, pencarian pesawat Aviastar menemukan titik terang tentang keberadaan jatuhnya pesawat di Gunung Buntu Bajaja, Dusun Gamaru, Desa Ulusalu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu. (Asw)

Share

About the author

SAR UNM

Berbakti dalam Abdi, berbagi dengan Hati
Karena sebagian dari diriku bukanlah Milikku

Leave a Comment