Subscribe:Posts Comments

You Are Here: Home » Berita, Operasi » Saluran Irigasi Memakan Korban

SAR UNM- Kesedihan yang teramat dalam dirasakan keluarga korban (Raihan 3th) yang tenggelam di Saluran Irigasi Induk Pekkabata, Desa Katomporang, Kec. Duampanua, Kab. Pinrang (17/02).

Raihan yang hendak menyebrangi jembatan bambu yang ada di saluran induk terjatuh dikarenakan bambu yang licin. Dari keterangan yang di dapatkan dilokasi tim sar terdekat langsung menerjunkan personilnya untuk mencari keberadaan Raihan, namun Raihan tak kunjung ditemukan .

Setelah dilakukan pencarian sampai sore, tim sar dari Makassar juga ikut dalam proses pencarian. Tim yang terdiri dari Basarnas, SAR UNM, Sar Unhas, LPB, dan Makassar Rescue, sementara Sar Pinrang dan BPBD Pinrang sudah terlebih dahulu dilokasi. Dari banyaknya potensi sar yang ada dilokasi, proses pencarian di sebar ke semua titik yang menjadi praduga keberadaan korban.

Proses pencarian yang dilakukan selama 4 hari dengan menyusuri aliran irigasi sampai Sungai Saddang namun keberadaan korban tetap tidak menampakkan hasil. Pada saat hari kelima korban di temukan di laut dan tersangkut di jaring bagang nelayan, menerima laporan dari pemilik bagang tim sar langsung bergerak untuk melakukan proses evakuasi terhadap korban.

Menurut pengamatan penulis yang juga memantau proses pencarian tim sar dilapangan. proses pencarian yang dilakukan tim sar sudah maksimal dan sesuai dengan prosedur penyelenggaraan operasi sar dan pada saat hari kelima, sebagian tim yang dekat dari lokasi masih tetap disiagakan seperti Sar Pinrang dan BPBD Pinrang. Korban yang ditemukan di hari kelima itu berada dilaut, hanyut puluhan kilometer dari lokasi jatuhnya korban.

Leave a Reply

© 2017 SAR UNM · Subscribe:PostsComments · Designed by Celebeshost · Powered by Celebeshost